
Pak Mansur
Lombok Tengah
“Sekam padi biasanya saya bakar di lahan. Lewat BISA, limbah ini bisa dijual ke pengepul — pendapatan tambahan yang sebelumnya tidak ada sama sekali.”
Lombok Tengah setiap tahun membuang 84.906 ton sekam padi ke api — padahal limbah itu bisa dijual. BISA mengalihkan aliran limbah ke tiga nilai ekonomi: pendapatan tambahan petani, pupuk organik saat penyaluran pupuk bersubsidi kurang dari 10%, dan hasil panen premium bebas kimia. Dampak iklim dan sosialnya kami ukur langsung dari transaksi platform, verifikasi lapangan, dan metodologi karbon BRIN–BI.

Survei awal · 16 petani Lombok Tengah & Timur
0%
Tertarik jual limbah
0%
Tertarik beli biochar
0%
Pasarkan panen organik
Target Terukur — Pilot Tahun 1 (Lombok Tengah)
Indikator keberhasilan pilot diukur dari data escrow, sampling biochar, dan pendampingan PPL — selaras program CSA-Biochar Bank Indonesia 2026.
0 ton
Limbah biomassa terkelola
Sekam, tongkol jagung, dan tempurung kelapa — setara ~12% dari potensi 84.906 ton sekam/tahun di Lombok Tengah yang selama ini dibakar.
Rp0,0 M
Nilai transaksi biochar
Target 3.000 ton biochar terjual (asumsi Rp3.500/kg sesuai preferensi harga mayoritas petani dalam survei awal).
0 ton
CO₂ terserap
Perhitungan LCA BRIN 2023: 6,8 ton CO₂ per ton biochar — kontribusi langsung pada mitigasi perubahan iklim.
0
Lapangan kerja baru
Produsen biochar, teknisi IoT, dan logistik distribusi di ekosistem ekonomi sirkular lokal.
0–0
Transaksi B2B selesai
Jual-beli limbah, biochar, dan hasil panen organik tercatat otomatis melalui sistem escrow.
0–0
Petani binaan aktif
Terdaftar, bertransaksi, dan teredukasi produksi biochar grade A/B — didampingi penyuluh pertanian (PPL).
Setiap fitur platform dirancang untuk menjawab masalah nyata petani NTB: limbah dibakar, pupuk langka, tanah asam, dan akses pasar premium terbatas.

Mengubah limbah biomassa menjadi pupuk organik, mengurangi ketergantungan impor pupuk kimia dan meningkatkan produktivitas lahan.

Limbah yang dibakar sia-sia menjadi sumber pendapatan tambahan petani — siklus tertutup limbah → biochar → panen premium.

Petani kecil di desa terhubung langsung ke industri biochar dan pasar premium organik — didampingi penyuluh pertanian (PPL).

Penurunan emisi GRK 80,93% per hektar (BI-UNDIP) dan serapan CO₂ terukur mendukung pelaporan iklim nasional.

Forum, asisten virtual, dan pendampingan PPL membantu petani produksi biochar grade A/B mandiri — target pengetahuan naik 70%.
Indikator pilot diukur dari data transaksi escrow, verifikasi lapangan penyuluh mitra, sampling biochar, pre/post-test edukasi (target 70%), NPS setiap 3 bulan (target >80%), dan akurasi prediksi AI (MAPE <10%). Data emisi menggunakan metodologi GWP BI-UNDIP dan LCA BRIN 2023.
Berdasarkan survei awal 16 petani Lombok Tengah & Timur — 94% tertarik jual limbah, 87% tertarik beli biochar, dan 87% ingin pasarkan hasil panen organik via platform.

Pak Mansur
Lombok Tengah
“Sekam padi biasanya saya bakar di lahan. Lewat BISA, limbah ini bisa dijual ke pengepul — pendapatan tambahan yang sebelumnya tidak ada sama sekali.”

Bu Siti
Lombok Tengah
“Pupuk bersubsidi sulit didapat, hanya sekitar 10% kebutuhan. Biochar dari marketplace BISA jauh lebih murah dan tanah saya mulai membaik dari pH 5,8.”

Pak Hadi
Lombok Timur
“Saya sudah coba buat biochar sendiri tapi kualitasnya tidak konsisten. Prediksi AI BISA membantu tahu grade A atau B sebelum dijual — tidak perlu uji lab.”

Pak Lalu
Lombok Tengah
“Fitur peta GIS membantu saya menemukan pembeli biochar terdekat. Transportasi lebih murah dan transaksi lewat escrow terasa aman.”

Bu Nur
Lombok Tengah
“Hasil cabai organik saya yang dipupuk biochar bisa dijual dengan harga premium. Hotel di kawasan Mandalika butuh pasokan bebas residu kimia.”

Pak Zainal
Lombok Tengah
“Forum edukasi dan asisten virtual BISA menjawab pertanyaan produksi biochar kapan saja — tidak perlu menunggu penyuluh turun ke desa.”

Pak Taufik
Lombok Tengah
“Pendampingan PPL saat onboarding membuat saya yang sudah lanjut usia tetap bisa pakai aplikasi. Antarmukanya sederhana, seperti WhatsApp.”

Tim WasteX
Mitra Industri
“Industri biochar butuh pasokan terstandar. BISA mempertemukan kami dengan petani produsen — transaksi B2B jadi lebih transparan.”

Pak Mansur
Lombok Tengah
“Sekam padi biasanya saya bakar di lahan. Lewat BISA, limbah ini bisa dijual ke pengepul — pendapatan tambahan yang sebelumnya tidak ada sama sekali.”

Bu Siti
Lombok Tengah
“Pupuk bersubsidi sulit didapat, hanya sekitar 10% kebutuhan. Biochar dari marketplace BISA jauh lebih murah dan tanah saya mulai membaik dari pH 5,8.”

Pak Hadi
Lombok Timur
“Saya sudah coba buat biochar sendiri tapi kualitasnya tidak konsisten. Prediksi AI BISA membantu tahu grade A atau B sebelum dijual — tidak perlu uji lab.”

Pak Lalu
Lombok Tengah
“Fitur peta GIS membantu saya menemukan pembeli biochar terdekat. Transportasi lebih murah dan transaksi lewat escrow terasa aman.”

Bu Nur
Lombok Tengah
“Hasil cabai organik saya yang dipupuk biochar bisa dijual dengan harga premium. Hotel di kawasan Mandalika butuh pasokan bebas residu kimia.”

Pak Zainal
Lombok Tengah
“Forum edukasi dan asisten virtual BISA menjawab pertanyaan produksi biochar kapan saja — tidak perlu menunggu penyuluh turun ke desa.”

Pak Taufik
Lombok Tengah
“Pendampingan PPL saat onboarding membuat saya yang sudah lanjut usia tetap bisa pakai aplikasi. Antarmukanya sederhana, seperti WhatsApp.”

Tim WasteX
Mitra Industri
“Industri biochar butuh pasokan terstandar. BISA mempertemukan kami dengan petani produsen — transaksi B2B jadi lebih transparan.”