Dari limbah biomassa ke panen organik premium
Empat pilar platform BISA — marketplace tiga layer, AI & IoT, GIS supply-demand, serta escrow dan forum edukasi — bekerja bersama menutup celah rantai nilai biomassa yang belum terintegrasi di Indonesia.
Marketplace Tiga Layer
Di Lombok Tengah saja, 84.906 ton sekam padi dan puluhan ribu ton limbah kelapa serta tongkol jagung dibakar setiap tahun. Potensi ekonomi hilang karena belum ada saluran terintegrasi.
Negosiasi harga, pesanan langsung, dan matchmaking pembeli terdekat membuat transaksi B2B petani-industri-hotel berjalan dalam satu ekosistem.
Nilai tiap lapisan marketplace:
- Limbah biomassa — keuntungan 100% dari sekam, tongkol, dan tempurung kelapa
- Biochar grade A/B — pupuk organik alternatif, hasil panen naik hingga 6%
- Panen organik bersertifikat BISA Organic — akses pasar premium



Dari Limbah ke Panen Premium
BISA Marketplace hadir dalam tiga lapisan yang saling terhubung: limbah biomassa menjadi bahan baku biochar, biochar menyuburkan lahan, dan lahan sehat menghasilkan panen organik bernilai premium — satu siklus ekonomi sirkular yang utuh.
Limbah Biomassa
Petani menjual sekam padi, tongkol jagung, dan tempurung kelapa ke pengepul atau industri — limbah yang biasanya dibakar kini jadi pendapatan tambahan.
Keuntungan 100% dari limbah yang semula dibuang
Biochar Pupuk Organik
Jual-beli biochar sebagai pupuk organik alternatif di saat pupuk bersubsidi tersalur kurang dari 10% — lengkap dengan grade kualitas A/B/C.
Peningkatan hasil panen hingga 6%
Panen Organik Premium
Hasil panen bebas kimia dengan sertifikasi BISA Organic dijual ke pasar premium — nilai jual lebih tinggi kembali ke petani.
Pasar premium bersertifikat BISA Organic
AI Prediksi & IoT Pro
Kualitas biochar tidak konsisten menjadi hambatan adopsi petani. BISA menggunakan model open source (XGBoost/Random Forest) dengan dataset lokal dari BI, BRIN, IPB, dan data pilot Lombok Tengah.
Petani memasukkan jenis biomassa, suhu, dan lama pembakaran — sistem memprediksi grade biochar serta merekomendasikan dosis pemupukan. Tanpa biaya uji lab mahal. Prediksi AI tersedia tanpa langganan Pro.
IoT Pro (berlangganan): sensor MAX6675 + ESP32 memantau suhu tungku 400–450°C (pirolisis standar BRIN). Bagi petani tanpa sensor, upload foto termometer dan AI membaca suhunya otomatis sebagai fallback gratis.
Kemampuan AI & IoT BISA:
- Prediksi grade biochar A/B (gratis) dengan akurasi target MAPE <10%
- Rekomendasi dosis pemupukan berbasis data biomassa lokal
- Monitoring suhu tungku real-time khusus IoT Pro — atau foto termometer gratis



GIS Supply–Demand
Petani sering tidak tahu siapa pembeli limbah atau biochar terdekat. Industri biochar seperti WasteX dan SAWA butuh pasokan bahan baku terstandar dari wilayah yang terpencil.
Dashboard GIS BISA menampilkan supply limbah per provinsi, permintaan biochar, dan lokasi petani aktif. Matchmaking berdasarkan jarak terdekat mempertemukan penjual dan pembeli secara efisien.
Data agregat GIS juga mendukung perencanaan kebijakan Dinas Pertanian dan program CSA-Biochar Bank Indonesia 2026.
Manfaat GIS BISA:
- Peta sebaran limbah biomassa dan titik koleksi
- Matchmaking supply-demand berdasarkan jarak terdekat
- Dashboard data real-time untuk perencanaan kebijakan daerah



Escrow & Forum Edukasi
Kepercayaan adalah fondasi transaksi B2B petani-industri. BISA escrow terintegrasi payment gateway berizin OJK (Xendit): dana ditahan di rekening virtual sampai pembeli konfirmasi barang diterima, baru diteruskan ke penjual.
Forum diskusi dipandu penyuluh pertanian (PPL) dan petani berpengalaman — bukan AI sepenuhnya, sehingga tetap relevan dengan konteks lokal Lombok Tengah.
Asisten virtual berbasis LLM + RAG menjawab pertanyaan teknis seputar biochar, pupuk, dan produksi biomassa 24/7 dari knowledge base BI, BRIN, IPB, dan jurnal ilmiah.
Fitur kepercayaan & edukasi:
- Escrow transaksi B2B — aman untuk penjual dan pembeli
- Forum edukasi terkurati dengan pendampingan PPL
- Asisten virtual AI untuk panduan produksi biochar


